Ayooo Bangun ! Mulailah dengan semua kebaikan

(1)

Malam ini saya ingin sekali buka blog saya,  yang sudah lama tak saya kunjungi dan posting tulisan atau foto  – foto kegiatan saya,  baik di sekolah, TPA dan kegiatan lain yang  sangat bermanfaat untuk komunitas serta  lingkungan dimana saya bekerja / tinggal.

Semoga banyak waktu dan kesempatan yang  saya bisa gunakan untuk mengisi dan menjaga blog ini  tetap eksis, sehingga persahabatan  dan silaturahmi lewat blog  dan media sosial lainnya tetap terjalin  baik .  Amin …

Terima kasih untuk teman teman yang sudah berkunjung ke Blog saya …

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Resep Jaga Lisan Ala Al Ghazali

19 Desember 2013 02:03 WIB

Imam Al-Ghazali (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Lidah memang tak bertulang, demikian ungkapan yang lazim beredar di telinga. Goresan yang disebabkan lidah sering kali lebih membekas ketimbang sayatan benda tajam sekalipun. Maka, Islam menganjurkan lebih baik diam daripada berbicara tak tentu arah, apalagi berkata keburukan.    

Imam al-Ghazali, dalam magnum opusnya Ihya Ulumiddinmemaparkan sejumlah kiat agar tak mudah terpeleset lidah. Kesemua langkah itu pada hakikatnya merupakan upaya pengendalian diri untuk mengatur dan mengelola pergerekan lidah dengan baik. 

Langkah pertama, ungkap sosok kelahiran Thus 1058 M/150 H itu, jauhi perbincangan yang tak penting atau sekadar hura-hura. Di antara kesalahan lidah, kala membicarakan hal-hal yang tak perlu. Rasulullah SAW pernah menegaskan, sebaik-baik keislaman seorang ialah saat ia meninggalkan perkara yang tak perlu. Termasuk, berbicara yang tidak membawa manfaat. 

Suatu ketika, seperti dinukilkan Anas bin Malik RA, Rasulullah pernah mengomentari seorang sahabat yang terdiam kala sang ibu mengusap wajahnya. Sahabat itu, mengikatkan ke perut untuk menahan rasa lapar. Peristiwa itu terjadi ketika Perang Uhud. “Tidakkah engkau ketahui mengapa ia terdiam saja? Mungkin, ia tidak ingin berbicara yang tidak perlu atau ia menolak dari hal-hal yang membahayakan dirinya.” 

Cara yang kedua, menurut tokoh yang bermazhab Syafi’i ini, jaga diri boros berbicara. Membicarakan apa pun dengan cara yang berlebihan pula. Biasanya, ini dilakukan untuk menarik perhatian seseorang. Padahal, topiknya sangat tidak penting dan tidak ada kaitannya dengan objek yang diajak bicara. 

Tuntunan untuk tidak boros pembicaraan tersebut sesuai dengan seruan Alquran dalam surah an-Nisaa ayat ke-114. “Tidak ada kebaikan pada banyaknya suatu obrolan kecuali dalam perbincangan itu ada perintah untuk bersedekah, berbuat baik, atau perintah untuk mendamaikan sesama manusia.” 

Dan ketiga, menurut figur yang pernah menjadi kanselir di Madrasah Nizhamiyah Baghdad itu,  jangan sampai lidah terpancing dengan obrolan-obrolan yang berkaitan dengan perkara batil. Kerap berbicara batil bisa mengantarkan seseorang ke api neraka. Penegasan ini seperti yang diabadikan dalam Alquran. 

Surah al-Muddatsir ayat 42-45 mengisahkan tentang perbincangan antara ahli surga dan penghuni neraka. Ketika penghuni neraka ditanya, apa pasal mereka masuk siksaan tersebut? “Dahulu kami tidak pernah melakukan shalat, tidak memberi makan kepada orang miskin, dan kami biasa mengobrolkan hal-hal yang batil dengan orang-orang yang membicarakannya.” 

Syekh al-Ghazali yang berjuluk hujjat al-Islam mengatakan, cara yang keempat, jangan berdebat berlebihan. Debat memang berguna bagi murid yang sedang belajar. Tetapi, bagi seorang alim, debat adalah sesuatu yang harus ia hindari.  Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, walaupun perdebatan itu benar, Tuhan akan berikan kepadanya tempat paling tinggi di surga.” 

Red: Endah Hapsari

Posted in PENDIDIKAN,GURU,MIN,MADRASAH,MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, PENGAJIAN,TPA,KEDAUNG HIJAU,MIN 1 CIPUTAT,GURU BAHASA INGGRIS | Leave a comment

Warisan yang terbaik

Pada saat hari pembaiatan khalifah Al Mansur Rahimahullah, masuklah “Muqatil bin Sulaiman” rahimahullah..
Kemudian sang khalifah pun berkata kepadanya:
“Berilah saya nasehat wahai Muqatil..”
Beliaupun menjawab:
“Saya beri nasehat dengan yang pernah saya lihat ataukah yang saya dengar..!!
Khalifah: “dengan yang engkau lihat..”
Muqatil: “Wahai amirul mukminin..!!
Umar bin Abdil aziz (khalifah yg terdahulu) memiliki 11 orang anak..
Beliau meninggalkan warisan hanya 18 dinar, 5 dinar untuk membeli kafan dan 4 dinar utk membeli pekuburan beliau, sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya..

Dan Hisyam bin abdul malik (khalifah setelahnya) punya 11 orang anak juga, dan jatah warisan tiap anaknya 1 juta dinar.
Demi Allah wahai amirul mukminin..
sungguh saya telah menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri disuatu hari salah seorang anak umar bin Abdul Azis bersedekah 100 kuda perang untuk jihad fii sabilillah..
dan salah seorang anak hisyam bin abdul malik, sedang mengemis didalam pasar..

Beliau melanjutkan nasehatnya,

“Orang-orang pernah bertanya kepada umar bin abdul azis (sebelum wafatnya)
“apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?!”
(Karena umar terkenal dengan sedekahnya yg luarbiasa)
Maka beliau (umar bin abdul azis) pun menjawab:
“Saya meninggalkan untuk mereka ketakwaan kepada Allah, Jika mereka adalah orang-orang yang sholeh, maka sesungguhnya Allah adalah wali (pelindung) bagi orang-orang yang sholeh..
Jika mereka bukan orang yang sholeh, maka tidak akan saya tinggalkan sedikitpun yang membantu mereka bermaksiat kepada Allah..”

Renungkanlah..!!
Berapa banyak orang yang sibuk, bekerja keras, bersusah payah didunia ini hanya demi menjamin kehidupan anaknya dimasa depan..
Mereka mengira, dengan uang atau harta yang ada setelah kematiannya adalah jaminan kehidupan bagi anak ketirunannya..
Namun mereka lupa akan jaminan yang agung dan hakiki yg telah dijanjikan sang pencipta dalam kitab Nya..

Posted in PENDIDIKAN,GURU,MIN,MADRASAH,MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, PENGAJIAN,TPA,KEDAUNG HIJAU,MIN 1 CIPUTAT,GURU BAHASA INGGRIS | Leave a comment

Siswa Sekolah di Monokwari Terhindar dari Rokok

24 September 2013 20:19 WIB

rokok dan asbak

Asap rokok, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,MANOKWARI — Siswa sekolah di Kabupaten Manokwari, Papua Barat siap terhindar dari kecenderungan merokok usia dini. Mereka akan dibekali pengetahuan mengenai dampak asap rokok bagi kesehatan melalui metode uji kasus.

Guru SDN 01 Manokwari, Transita mengatakan, dalam modul pelajaran kelas 5, ada materi sistem pernafasan. Pihaknya akan menjadikan momentum tersebut untuk memberikan penyuluhan untuk menjauhkan siswa dari rokok.

“Kalau selama ini metodenya hanya pemberian materi secara konvensional melalui buku, saat ini, mereka bisa kami bekali melalui pantauan langsung uji kasus,” kata Transita pada Republika, Manokwari, Selasa (24/9).

Transita merupakan guru pelatih asal Manokwari yang mengikuti program Desiminasi Pelatihan Guru dari Sabang – Merauke oleh Universitas Negeri Malang dan Pertamina. Dengan kegiatan tersebut, para pengajar di daerah tertinggal diharap dapat meningkatkan mutu pendidikan setempat.

Dia juga mengatakan, budaya rokok di Papua sudah melekat di kalangan usia pelajar. Bahkan, lebih dari 50 persen siswa sekolah di Manokwari terindikasi sebagai pecandu rokok muda.

Namun, dalam pelatihan tersebut, dia menambahkan, guru dibekali kemampuan membuat alat peraga yang dapat mengurangi kecenderungan merokok. Dengan media tersebut, kata Transita, siswa akan tahu bahaya merokok dengan pengamatan mereka secara langsung.

“Kami akan terapkan itu mulai dari SD, agar setelah masuk SMP, mereka berfikir dua kali saat hendak merokok,” ujarnya.

Pembelajaran melalui media yang gencarkannya saat ini dinilai efektif. Sebab, selain dapat melengkapi pendidikan akademik, percobaan itu juga bisa diinternalisasi dalam kehidupan siswa.

Adapun sejumlah alat yang digunakan tergolong sederhana, seperti, kapas, selang infus, suntikan bekas, botol minum 600 mililiter, pastisin sebagai penambal udara dan rokok. Nantinya kapas tersebut mewakili kondisi paru-paru manusia.

“Dalam uji tersebut, kapas yang awalnya putih, karena terkepung asap, lama kelamaan menjadi kecoklatan dan hangus,” katanya.

Melalui contoh tersebut, para siswa SD akan melihat langsung efek yang timbulkan rokok. Kemudian, guru akan memberi saran ke muridnya agar menghindari rokok bila tidak ingin paru-parunya terbakar.

Menurutnya, pola tersebut dinilai baru efektif terhitung 2014 mendatang. Namun, melihat tingkat kegunaannya, dia mengatakan, percobaan itu dapat dilakukan di luar materi pelajaran, dengan bentuk penyuluhan rutin.

“Dengan begitu, dapat mengurangi potensi siswa merokok sejak dini,” ujar Transita.

Dosen Fisika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang, Winarto mengatakan, pembelajaran menggunakan mediator memang sangat efektif. Siswa tidak lagi perlu membaca buku untuk mengetahui hal-hal menarik. Cukup dipancing untuk bertanya, nantinya kelas akan aktif.

Dia menambahkan, fenomena yang terjadi pada kapas di dalam botol yang terisi asap rokok, hingga hangus, akan menimbulkan pertanyaan bagi mereka. Untuk itu, guru harus siap mengarahkan jawabannya sebagai anjuran.

“Nantinya fenomena itu akan membuat siswa ngeri dan enggan merokok,” kata Win.

Selain uji coba rokok, kegiatan tersebut juga menghasilkan berbagai alat peraga untuk pembelajaran planetorium, bel listrik, cermin struktur bumi dan manuver pesawat. Menurut Win, keberadaan media membuat siswa berfikir, karena rasa ingin tahunya muncul.

Red: M Irwan Ariefyanto

Rep: Andi Ikhbal

Posted in PENDIDIKAN,GURU,MIN,MADRASAH,MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, PENGAJIAN,TPA,KEDAUNG HIJAU,MIN 1 CIPUTAT,GURU BAHASA INGGRIS | Leave a comment

Kemendikbud Lakukan Pengawasan dan Evaluasi Kurikulum 2013

gambar kurikulum2013

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 yang meliputi tiga hal yaitu buku, pembelajaran, dan kemampuan guru.

“Sesuai dengan jadwal, mulai September kita lakukan monitoring dan evaluasi terhadap pertama buku, kedua proses pelaksanaan pembelajarannya dan ketiga kemampuan gurunya,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di
Jakarta, Selasa.

Menurut Mendikbud, pengawasan dan evaluasi itu diperlukan karena buku yang
digunakan masih bersifat model sehingga dengan adanya pengawasan dan evaluasi dapat dilakukan perbaikan untuk semester berikutnya atau tahun mendatang.

“Terkait guru, seusai pelatihan guru kita telah memiliki rapor atau peta dari semua guru. Pada saat pelaksanaan sekarang kita cocokan antara rapor dengan pelaksanaan di lapangan,” katanya seraya menambahkan bahwa pemerintah juga menyediakan pendampingan untuk periode Oktober hingga Desember.

Menurut Mendikbud, hasil dari pengawasan dan evaluasi akan dapat diketahui pada akhir September.

“Nanti akhir September ini sudah dapat hasil pengawasan dan evaluasinya. Kalau hasil pelatihan sudah ada, sudah diumumkan secara nasional, per provinsi seperti apa, sampai per-orang kita sudah punya rapornya,” katanya.

Lebih lanjut M. Nuh mengatakan, pelaksanaan kurikulum 2013 terbilang bagus dan pemerintah terus melakukan pendampingan.(Ant)

Editor: Deni Fauzan

Posted in PENDIDIKAN,GURU,MIN,MADRASAH,MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, PENGAJIAN,TPA,KEDAUNG HIJAU,MIN 1 CIPUTAT,GURU BAHASA INGGRIS | Leave a comment

Hafiz Qur’an Indonesia Go Internasional

Hafiz Quran Indonesia Go Internasional

22 Agustus 2013 18:45 WIB

Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indonesia kembali meluluskan 45 penghafal Al Quran (Hafiz) berkualitas lulusan Pondok Pesantren Sulaimaniyah dari Turki yang berada di Jakarta.

Para Hafiz Quran ini pesantren Sulaimaniyah ini merupakan angkatan ke 6 tahun ajaran 2012-2013, hasil kerjasama Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam di Indonesia (UICCI).

Yang membedakan para santri Hafiz Quran ini dengan para lulusan Hafiz lainnya, selain fasih menghafal 30 juz, mereka juga mendapatkan beasiswa pendidikan ke luar negeri, Republik Turki. Direktur UICCI, Hakan Soydemir dalam sambutan pengesahan para Hafiz Al Quran mengatakan, Pesantren Sulaimaniyah sejak tahun 2009 telah meluluskan Hafidz Quran berkualitas di Indonesia.

Para Hafiz lulusan Sulaimaniyah ini, jelas dia, didik dengan metodologi penghafalan Alquran yang baik yang telah diterapkan lama di Turki Usmani. Dengan metodologi penghapalan Quran ini, para santri dapat dengan cepat melakukan hapalan Quran. Seperti yang telah dilakukan delapan santri lulusan yang berhasil menghapal Quran 30 juz dalam waktu hanya empat bulan.

Ia mengatakan, sejak lulusan pertama pada 2009 hingga saat ini sudah ratusan Hafiz Quran Indonesia hadir dari Pesantren ini. Para Hafidz ini langsung diberangkatkan ke Turki untuk menempuh studi Quran lebih lanjut dan memperdalam kajian Alquran.

“Lulusan Sulaimaniyah nantinya tidak hanya mengajarkan Quran dan melayani umat Islam di Indonesia saja, namun juga melayani umat Islam lain di negara-negara Asia seperti Thailand, Vietnam, Korea Selatan dan Jepang,”ujar Hakan dalam Acara Wisuda dan pelepasan Santri ke Turki di kantor Kemenag, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis (22/8).

Ia menjelaskan, salah satu keberhasilan dakwah hafiz lulusan Sulaimaniyah yang telah mengenyam pendidikan di Turki adalah, dua orang Hafidz santri lulusan yang saat ini menjadi pendakwah di salah satu masjid terbesar di kota Seoul, Korea Selatan.

Hadir dalam acara Wisuda dan pelepasan santri ke Turki ini Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis), Nur Syam, Direktur Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren, Ace Saefudin, Perwakilan dari Perwakilan pemerintah negara tetangga, Duta besar Turki, Tugrul Erfan Ozten serta para Hafiz dan santri Pesantren Sulaimaniyah.

Red: Heri Ruslan

Rep: Amriimages

Posted in PENDIDIKAN,GURU,MIN,MADRASAH,MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, PENGAJIAN,TPA,KEDAUNG HIJAU,MIN 1 CIPUTAT,GURU BAHASA INGGRIS | Leave a comment

Pentingnya Pendidikan Dalam Kehidupan

Metrotvnews.com: Ilmu atau pendidikan sangat penting bagi kehidupan seorang manusia dan bangsa secara luas. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan

Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu mencerdaskan dan mensejahterakan. Dalam konteks mencerdaskan sudah jelas pendidikan akan membebaskan dari buta huruf dan sebagai sarana untuk meraih kenaikan jenjang. Sedangkan fungsi mensejahterahkan membuat pendidikan berperan dalam sejahtera atau tidaknya kehidupan seseorang.

Jika diikuti dengan akhlak yang baik maka semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin baik juga kesejahteraannya. “Kita perlu membangun kesadaran mengenai pentingnya pendidikan bagi bangsa,” jelasnya dalam Oase Ramadan.

Anis mengatakan salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah masalah guru. Pendidikan, lanjutnya, adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Jika pendidiknya baik maka materi yang disampaikan akan tersampaikan dengan baik ke peserta didik. Ia mengatakan kita perlu memperbaiki kualitas guru dan kesejahteraannya. Dengan memperhatikan keduanya maka kita sedang menata masa depan bangsa.

Rasulullah dalam hadisnya juga mengatakan agar umatnya menuntut ilmu sejauh mungkin dan sebanyak mungkin. Selain itu, Islam juga menganjurkan umatnya untuk terus belajar melalui wahyu pertama yang berbunyi Iqra atau membaca. Hal ini, kata Anis, menunjukkan perhatian yang begitu besar bagi Islam terhadap pendidikan dalam kehidupan umatnya.

Sebagai salah satu dari 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), Indonesia dan negara anggota lainnya dikaruniai sumber alam seperti minyak, gas dan tambang yang melimpah. Namun faktanya hal tersebut hanya merupakan 79% dari total Pendapatan Nasional Jepang yang samasekali tidak memiliki sumber alam sebagaimana negara-negara anggota OKI

 “Hal itu terjadi karena Jepang memiliki manusia-manusia terdidik,” terang Anis.

Satu contoh lagi adalah usai terkena pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, Kaisar Jepang Hirohito bukannya menanyakan mengenai berapa jumlah tentara yang tersisa. Ia justru bertanya berapa banyak guru yang masih hidup. Kekonsistenan bangsa Jepang, urainya, harusnya bisa dijadikan contoh bagi bangsa kita selain perintah yang sudah jelas dalam Islam.

Ustad Haikal Hasan mengatakan kewajiban untuk meraih pendidikan setinggi mungkin sudah jelas di sebutkan. Allah SWT, lanjutnya, akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dihadapanNya. Selain itu Nabi Muhammad mengatakan barangsiapa yang tidak menyukai ilmu maka dia akan celaka.

“Hendaknya kita selalu membuka diri terhadap ilmu dan terus menerus meningkatkan pengetahuan dan pendidikan kita karena Islam sendiri mengharuskannya,” terang ustad Haikal.(VE)

Editor: Deni Fauzan

KANAL

FEATURE

News

Life & Style

Bola

Tekno

Otomotif

Foto

Program

Ramadan

Posted in PENDIDIKAN,GURU,MIN,MADRASAH,MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI, PENGAJIAN,TPA,KEDAUNG HIJAU,MIN 1 CIPUTAT,GURU BAHASA INGGRIS | Leave a comment